Sabtu, 07 Desember 2019

Pengertian Purchasing dan Mengenal Purchasing dalam Bidang Jasa


Perusahaan tidak dapat terlepas dari kegiatan pembelian dan penjualan. Hal ini berlaku tidak hanya bagi perusahaan yang memproduksi barang, tapi juga perusahaan penyedia layanan jasa.
Perbedaan antara purchasing di perusahaan penyedia produk dan jasa tidak terlalu banyak. Secara umum hampir sama, namun tentunya ada perbedaan – perbedaan antara perusahaan barang dan jasa.
Sebelum membahas purchasing dalam bidang jasa, kita harus mengetahui apa itu purchasing. Purchasing adalah hal yang sederhana namun sangat penting. Pengertian purchasing selengkapnya akan dibahas pada sub bab di bawah ini.

Pengertian Purchasing adalah

Kata purchasing berasal dari bahasa Inggris yang berarti pembelian. Definisi lengkap dari purchasing adalah suatu kegiatan pembelian yang dimulai dari pencatatan produk yang akan dibeli, pencarian pemasok, negosiasi dengan pemasok, pengecekan produk yang sampai, hingga pembayaran.
Purchasing sangat diperlukan oleh suatu perusahaan. Divisi ini membantu kelangsungan ketersediaan barang perusahaan. Sehingga, kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan lancar.
Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa purchasing tidak hanya ada di perusahaan yang memproduksi barang saja, tapi juga jasa

Definisi Purchasing dan Kegiatannya dalam Perusahaan Jasa

Seperti disinggung sebelumnya bahwa purchasing adalah kegiatan pembelian produk baik barang atau jasa. Perusahaan jasa pun membutuhkan purchasing, yang mana tidak hanya dalam bidang jasa, tapi juga barang.
Kegiatan di perusahaan jasa terkait purchasing adalah pekerjaan yang mencakup dalam ruangan maupun luar ruangan. Pekerjaan yang mencakup dalam ruangan seperti berikut:

1.    Menerima permintaan pembelian dari berbagai departemen baik untuk barang yang rutin dibeli maupun tidak rutin dibeli.
2.    Menerima permintaan pembelian dari F&B Department untuk pembelian barang yang bersifat rutin, misalnya bahan – bahan makanan.
3.    Membuat purchase order atau dokumen pemesanan untuk permintaan pembelian yang selanjutnya diteruskan ke supplier.
4.    Mencari pemasok baik melalui internet maupun jaringan yang telah dimiliki.
5.    Melakukan order barang ke pemasok sesuai dengan purchase order yang telah dibuat.
6.    Mempelajari proposal penawaran harga yang diberikan oleh pemasok.
7.    Dan setelah sesuai, melakukan pengecekan terhadap barang yang datang serta melakukan pembayaran.

Pekerjaan purchasing tidak selesai hanya di dalam ruangan saja. Tugas selanjutnya untuk divisi purchasing adalah di luar ruangan, yaitu sebagai berikut:

1.    Tugas pertama di luar ruangan bagi divisi purchasing adalah melakukan pembelian secara langsung ke pemasok. Hal ini terjadi apabila pemasok yang dituju tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

2.    Melakukan survei harga pasar untuk mengetahui lebih tepat harga yang berlaku di pasaran. Hal ini penting apalagi untuk barang yang harganya selalu berfluktuasi. Sehingga harga update sangat diperlukan.

3.    Mencari pemasok secara langsung dengan mendatangi perusahaan pemasok. Karena ada kalanya, informasi di internet tidak lengkap dan kontak pemasok yang ada di internet sulit untuk dihubungi. Sehingga, tugas divisi purchasing adalah mencari pemasok secara langsung dengan mendatangi.

4.    Melakukan survei untuk memastikan kebenaran identitas pemasok. Apabila sudah didapatkan pemasok, pastikan kembali apakah pemasok tersebut benar dan bukan perusahaan yang menipu.
Itulah pekerjaan divisi purchasing baik di dalam maupun luar ruangan, yang mana mungkin ada perbedaan antara satu perusahaan dengna perusahaan lain. Pekerjaan purchasing tidak dapat dianggap enteng, karena berhubungan langsung dengan distribusi pengadaan barang di perusahaan. Kegiatan perusahaan dapat berjalan lancar juga dipengaruhi dengan kelancaran divisi purchasing dalam melakukan kegiatannya.
Load disqus comments

0 komentar